Cast:
-Kim Shin Yeong (as Haneul)
-Oh Sehun
Genre: Oneshoot
tak terasa, sudah satu tahun Sehun dan Haneul berpacaran. Dan, hari Sabtu adalah anniversary mereka. Berarti tinggal dua hari. Tentu saja, Haneul sangat antusias dengan hal ini. Dengan buru-buru Haneul meraih telepon meja kantornya dan memencet nomor Sehun.
"yeoboseyo?" dari sana, suara Sehun yang berat mulai terdengar.
"Anyeong chagi!" sapa Haneul riang.
"Haneul? ada apa chagiya?" tanya Sehun yang terdengar terkejut.
"chagi, kau ingat 2 hari lagi hari apa?"
"emm.... hari Sabtu. Wae?" Haneul bingung. baru kali ini, Sehun lupa dengan anniversary mereka.
"aishh... memang iya besok hari Sabtu, maksudku kau tahu kan ada yang spesial besok lusa?" Haneul berharap Sehun mulai ingat.
"sepertinya aku lupa." jawab Sehun dengan polosnya.
"chagi, sudahlah jangan berpura-pura. Masa kau tidak ingat?" dia tetap bersabar walaupun Sehun mulai membuatnya kesal.
"jeongmal, aku tidak ingat...." Sehun memainkan kabel telepon menunggu jawaban dari Haneul. Semua pikiran Haneul berkecamuk. sebenarnya apa yang terjadi dengan Sehun? sampai dia lupa dengan anniversary kita? padahal setiap harinya dia selalu ingat pikir Haneul.
"chagiya? kau masih disana?" tanya Sehun heran tidak ada jawaban dari yeojachingunya tersebut.
"ne... hhh... besok lusa adalah anniversary kita Sehun," Haneul menghembuskan napasnya dengan berat.
"Jinjja? oh mianhae chagiya, aku benar-benar sibuk akhir-akhir ini makanya aku tidak ingat. mianhae ne?" kata Sehun dengan nada yang sangat bersalah.
"Gwenchana... aku bisa mengerti" dengan nada lemas Haneul mencoba mengerti dengan keadaan Sehun yang memang sangat sibuk hari-hari ini dan membuat dia dan Sehun jarang bertemu. Itulah mengapa Haneul langsung menelepon Sehun untuk melepas kerinduan kepada namjachingunya sekaligus untuk mengingatkan Sehun tentang anniversary mereka berdua.
"Baiklah, kututup dulu ne? masih ada beberapa pekerjaan yang harus ku selesaikan" ucapnya dengan lembut.
"ehm.... ne.... semoga pekerjaanmu cepat selesai.... bogoshipo Sehun...." Haneul mengatakan penuh harap Sehun juga merindukannya dan ingin cepat bertemu dengan Haneul.
"Tentu saja akan kuselesaikan secepat mungkin, Pai~ Saranghaeyo..." setelah itu terdengar Sehun langsung menutup teleponnya tanpa merindukannya juga.
"ne nado... saranghaeyo~" Haneul menunduk dengan lemas.
"Haneul, kau tidak apa-apa?" seseorang menepuk pundaknya.
"aku.... entahlah Baekhyun... hubunganku dengan Sehun sedikit..... yah..... kau tahu..... sedikit...." jawab Haneul ragu-ragu untuk mengatakan hubungannya dengan Sehun sedikit bermasalah.
"longgar?" kata Baekhyun menebak.
"hmm... something like that..." Haneul memutar kursinya menghadap Baekhyun dan meniup poninya.
"Mungkin dia hanya sedikit sibuk Haneul..." senyuman Baekhyun benar-benar menenangkan apalagi tatapannya yang teduh membuat orang-orang disekitarnya merasa nyaman. Tapi hal itu tidak bekerja kepada Haneul. Pikirannya sudah cukup bad mood.
"itulah yang dia katakan. Baekhyun, aku merindukannya.... namun, sepertinya dia tidak merindukanku. Dia juga lupa terhadap anniversary kami :'( " kali ini rasanya Haneul ingin sekali menangis di pelukan Baekhyun dan mencurakan seluruh isi hatinya.
"well, i think he miss you too. he just too busy to say it. just believe, he only love you and if he love you, he will definitely miss you too. not to another girl. trust that." Haneul cukup terkejut dengan perkataan Baekhyun yang memakai bahasa inggris.
"ternyata bahasa inggrismu bagus juga..." Haneul terkekeh kecil.
"itulah kehebatan dari seorang Byun Baekhyun." dengan percaya diri Baekhyun membusungkan dadanya.
"ahaha, kalau begitu aku tidak jadi memujimu..." Haneul kembali terkekeh.
"Mwo? dasar!" Baekhyun mengacak-acak rambut Haneul. "Baekhyun!" omel Haneul.
"kini kau benar-benar terlihat seperti penyihir" goda Baekhyun menyenggol bahu Haneul.
"HA HA HA! -_- very funny! HA HA HA! -_-" ucap haneul dengan muka datar.
"Ya! Baekhyun! Haneul! kembali bekerja!" teriak seseorang dari kejauhan.
"baiklah, saatnya kembali bekerja... Haneul, ingat semua akan baik-baik saja!" pesan Baekhyun ketika dia meninggalkan meja Haneul.
"ne! ^_^ tunggu! gomawo atas sarannya... dan semoga kau juga baik-baik saja dengan Taeyeon!" Baekhyun langsung tertawa mendengar perkataan sahabatnya yang sudah dianggap sebagai seorang adik.
"aku akan selalu baik-baik saja dengan yeoja menyebalkan itu!" setelah Baekhyun pergi, Haneul kembali mengulang pesan Baekhyun kepadanya. "semua akan baik-baik saja....."
***
Pintu apartemen Sehun terbuka. Wajahnya tampak sangat lelah dan pucat. "melelahkan sekali..." belum Sehun mengganti bajunya, badannya langsung terbaring di sofa dan menyalakan TV. Seketika Sehun tersenyum-senyum sendiri ketika mengingat percakapannya dengan Haneul di telepon tadi. Sebenarnya Sehun tidak lupa dengan anniversary mereka. Sehun berpura-pura lupa supaya Haneul tidak mengetahui rencana sebenarnya. "Bersabarlah Haneul, kau akan mengetahuinya nanti..." Batinnya masih tersenyum-senyum penuh arti.
***
Mentari pagi memasuki penjuru kamar Haneul. Dia merenggangkan otot-ototnya yang kaku sehabis tidur lalu beranjak dari tempat tidurnya. "semuanya akan baik-baik saja? Jinjja? hhh...." Haneul mengikat rambutnya dan menuju kamar mandi.
Sehun terbangun. terdapat fotonya dan Haneul di sebuah taman beberapa bulan yang lalu di meja kamar yang bersebelahan dengan kasurnya. Dengan segera, Sehun beranjak dari tempat tidur melihat fotonya dengan Haneul. "Jeongmal saranghaeyo Haneul...." gumamnya pelan sambil tersenyum kecil ketika melihat wajah Haneul di foto, dengan menggenggam sebuah kotak kecil berwarna merah.
>>>SKIP TO SATURDAY
"mianhae Haneul, aku terlalu sibuk hari ini...." ucap Sehun saat mereka berdua bertelepon kembali sore itu.
"Mwo? tapi Sehun hari ini adalah anniversary. kau bilang-"sebelum Haneul menyelesaikan kalimatnya, Sehun sudah menutup telepon. "are you kidding me?!" yeoja berambut hitam bergelombang tersebut membanting tubuhnya ke sofa ruang tamu dan memandang ke arah jendela. matahari senja yang hangat menarik perhatiannya untuk menuju balkon apartemen. Udara hari ini lumayan dingin di Kota Seoul. Haneul menggosok-gosok tangannya sambil melihat pemandangankota yang indah dan berwarna dengan hiasan lampu-lampu gedung. Mungkin jika Sehun tidak sibuk hari ini, mereka berdua sudah mengelilingi Kota Seoul seperti yang direncanakan beberapa bulan yang lalu. "Jeongmal bogoshipo Sehun.... dimanakah dirimu yang sebenarnya sekarang?"
***
Pintu kafe bergaya perancis tersebut terbuka. Haneul menduduki salah satu kursi dengan wajah yang murung. Sedari tadi, Haneul memikirkan Sehun yang sibuk dengan pekerjaannya. Tempat ini adalah tempat pertama kalinya mereka berdua bertemu. Pemilik kafe ini pun juga akrab dengan Haneul dan Sehun. Seorang blasteran Korea-Perancis bernama Grace Kim.
"Hey dear, are you okay?" Grace menduduki kursi yang berhadapan dengan Haneul.
"Hey Grace, sebenarnya aku benar-benar bad mood hari ini..." Haneul menutup wajahnya lalu mengeluarkan nada mengeluh sedikit keras.
"Oh dear, ceritakanlah kepadaku" kata Grace merasa iba kepadanya.
"Entahalah, ini tentang Sehun yang lebih memilih pekerjaaannya dibanding anniversari kami Grace!" dengan malas Haneul mengaduk-aduk gula yang tersedia di meja kafe. Seketika Grace langsung tersenyum aneh.
"Wae? mengapa kau malah tersenyum?" tanya Haneul heran. "tunggu sebentar." Grace beranjak dari tempat duduknya dan kembali membawa sebuah kotak putih berukuran sedang.
"ini..." yeoja berdarah perancis tersebut memeberi kotak tersebut kepada Haneul. "Mwo apa ini?" tanya Haneul lagi dengan rasa penasaran.
"buka saja.." Haneul segera membuka kotak putih tersebut seperti yang diakatakan oleh Grace. sebuah sweet cheese cake dengan lumuran coklat. di kue tersebut ada sebuah tulisan yang bertuliskan 'Mianhae'.
"dari Sehun,"katanya lagi sebelum Haneul akan berbicara.
"Mwo? Jinjja?" Haneul tak percaya ternyata masih ada sisi romantis di dalam diri Sehun. terdapat secarik kertas kecil juga di dalam kotak. Haneul membacanya dengan raut wajah tak mengerti.
Dear Haneul,
mianhae atas semuanya ne? kuberi kue ini supaya kau
mau memaafkanku. Tentunya juga kuenya adalah rasa
kesukaanmu bukan? dan, bisakah kau menemuiku di
taman kota? aku ingin menemuimu.... ;)
-SEHUN-
PS: jangan dimakan dulu ne kuenya dan tolong dibawa saat kau pergi :D
semua pikiran Haneul kembali berkecamuk. Sehun mengatakan bahwa dia sangat sibuk hari ini, tetapi mengapa sempat dia mengirimkan kue dan surat ini? Haneul merasa ada yang salah.
"surat? apakah dari sehun? apa yang dikatakannya?" tanya Grace antusias. Haneul memberikan secarik kertas tersebut kepada Grace. "Oh ya ampun!" erangnya girang sambil meloncat-loncat kecil di kursi. Haneul hanya tertwa kecil melihat tingkah Grace yang lucu dan aneh.
"cepat temui dia! ya ampun Haneul! dia akan melamarmu!" mata Haneul terbelalak dengan perkataan Grace.
"Mwo? ada-ada saja kau ini!" Haneul mencubit lengan Grace.
"aku serius! mengapa dia tiba-tiba lupa? padahal setiap hari dia mengingatnya. dan kue? dengan sebuah tulisan di atasnya? sebuah surat? ya ampun apakah kau tidak menyadarinya?! dia sudah merencanakan ini semua untuk melamarmu!" katanya lagi dengan antusia yang semakin menjadi-jadi.
"Grace tenanglah, lagipula ini masih anniversary pertama kami... tidak mungkin dia akan langsung melamarku. baiklah, aku pergi dulu ne? takut Sehun menunggu!" Haneul beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju taman kota yang jaraknya dekat dengan kafe milik Grace. Dalam hati, Haneul memikirkan perkataan Grace tadi. Sehun melamarku? sudahlah jangan terlalu dipikirkan Haneul!
***
taman kota terlihat ramai. Namun, tidak terlihat keberadaan Sehun sekalipun. Haneul mengamati seluruh penjuru taman. "Sehun, neo eodiseo?" tak lama kemudian ada sepasang tangan yang menutup mata Haneul. "aishh... siapa ini?!" ketika tangan tersebut terlepas dari matanya, terlihat sesosok Sehun yang sedang tersenyum dengan tampannya.
"Sehun?!" katanya sedikit terkejut.
"Anyeong chagiya.. kau menerima kueku?" tanya Sehun.
"ne... sebenarnya apa yang terjadi? kau bilang kau sibuk hari ini? mengapa kau sempat kesini chagi?" tiba-tiba senyuman Sehun langsung berubah seperti senyuman Grace yang benar-benar aneh.
"kajja, akan kujelaskan semuanya nanti" Sehun menarik lengan Haneul dengan genggamannya yang hangat. "kita mau kemana?" tanya Haneul penasaran. "shht... aku mempunyai hal spesial untukmu...."
***
mereka berdua berhenti di sebuah padang rumput yang masih berada di wilayah taman kota. Tetapi, padang rumput tersebut lumayan sepi hanya beberapa orang yang berada disana.
"apa yang akan kita lakukan disini?" Sehun kembali menarik lengan Haneul sebelum menjawab pertanyaannya.
"Happy anniversary chagiya!" kini sudah terlihat kain piknik garis-garis berwarna putih-merah tersedia di bawah rumput dan sebuah teleskop.
"melihat bintang?" Haneul terkekeh kecil.
"wae? bukankah bintangnya banyak dan indah?" ujar Sehun. Mereka berdua duduk di kain piknik yang sudah tergelar setelah mencari tempat yang nyaman, Sehun memeluk Haneul dari belakang dengan suhu tubuhnya yang lumayan hangat.
"Sehun..." Haneul menggenggam tangan Sehun. "Ne?"
"sebenarnya, mengapa aku tidak boleh memakan kue pemberian darimu itu?" Haneul baru ingat dengan surat Sehun yang tadi dia baca. Dibawahnya tertulis, Haneul jangan dulu memakan kuenya.
"supaya kita bisa memakannya bersama-sama. tapi, sebelum itu bagaimana jika kita melihat bintang terlebih dahulu?" usulnya. "ne, usulan yang bagus.." Haneul melepas pelukan Sehun dan beranjak dari tempat duduknya. "kau dulu... ladies first..." Sehun membungkuk layaknya mempersilahkan seorang putri yang ingin lewat. "thank you," balas Haneul sedikit tertawa kecil. mata yeoja manis tersebut menghadapkan kepada lensa teleskop. "chagi lihatlah, banyak sekali bintangnya dan... sepertinya membentuk suatu kalimat. kalimat itu bertuliskan.... be mine? Sehun? apa kau mendengarku?" Haneul heran mengapa tidak ada balasan dari Sehun. Kini, dia mengalihkan pandangannya dari teleskop dan....
"Park Haneul..... would you marry me?" namja berambut coklat itu kini telah berlutut di depannya dengan sekotak cincin di tangannya.
"Sehun... kau..." ternyata, selama ini dugaan Grace benar. bahwa Sehun akan melamarnya. Haneul tak bisa berkata apa-apa. Detak jantungnya berdegup dengan keras. tenggorokannya terasa kering. dan kepalanya terasa pusing.
"mianhae atas semua kesalahanku Haneul, sebenarnya selama ini aku tidak lupa atas anniversary kita. aku ingin membuat kejutan untukmu yaitu melamarmu...." Sehun masih berlutut di hadapan Haneul menunggu jawaban darinya.
"aku memasang beberapa modifikasi terhadap teleskop tersebut sehingga terbentuk kalimat yang kau lihat." Haneul masih terdiam tidak mengatakan sepatah kata apapun.
"setidaknya berikan jawaban untukku. would you marry me? would you be mine Park Haneul?" tanya Sehun sekali lagi. Tak lama kemudian terukir senyuman manis di bibir Haneul dan dia langsung memeluk Sehun hingga mereka terjatuh.
"aku sudah memaafkanmu dari awal. kau memang namja paling romantis di dunia, and yes.. i will marry you.... i will be yours forever Oh Sehun"
-THE END-
ATTENTION! DONT BE A PLAGIATOR! MAKE YOUR OWN STORY AND BE A CREATIVE WRITER! AND DONT BE A SILENT READER, LEAVE YOUR COMMENT AND THANK YOU FOR YOUR VISIT! HAPPY READING!! ^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar